
Bandung, IAIPI UPDATE – Rektor Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung secara resmi melantik jajaran struktur kepemimpinan baru untuk masa jihad 2025–2027. Prosesi pelantikan berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025, pukul 09.00–10.30 WIB, di Aula Kampus IAI PERSIS Bandung.
Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Rektor IAI PERSIS Bandung, Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag, dan mencakup pengukuhan berbagai unsur struktural, mulai dari Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, pimpinan Program Studi, hingga tenaga kependidikan dan staf pendukung lainnya.
Arah Baru Kepemimpinan: Kolaboratif dan Visioner
Rektor Prof. Jajang menyampaikan bahwa masa jihad kali ini memiliki durasi yang relatif singkat, yakni dua tahun, namun sangat strategis. Ia menekankan pentingnya tiga fokus utama: menjalankan tridharma perguruan tinggi, menyelesaikan persoalan internal, serta mengawal proses integrasi kelembagaan antara IAI PERSIS dan UNIPI PERSIS.
“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tapi fondasi awal untuk membawa kampus kita menuju sistem pendidikan Islam yang unggul dan integratif,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya kerja kolektif demi menyukseskan transformasi kelembagaan tersebut.
Nama-nama Pimpinan yang Dilantik
Adapun struktur pimpinan utama yang dikukuhkan meliputi:
Sedangkan para dekan fakultas yang turut dilantik:
Integrasi Lembaga dan Penguatan Akademik
Rektor juga menyoroti fenomena kelebihan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai sekitar 4.500, bahkan melebihi jumlah di Tiongkok dengan penduduk jauh lebih besar. Menurutnya, integrasi atau peleburan lembaga menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan efisiensi dan kualitas pendidikan.
Ia menampik kekhawatiran akan redupnya identitas keislaman dalam proses integrasi. “Dulu, ketika IAIN berubah jadi UIN, kekhawatiran itu ada. Tapi sekarang UIN justru berkembang pesat. Kita harus menemukan formula agar aspek keagamaannya tetap menjadi roh,” ungkapnya.
Fokus pada Akreditasi dan Kinerja Dosen
Lebih lanjut, Prof. Jajang mengingatkan pentingnya membenahi sistem akademik kampus, terutama menjelang akreditasi sejumlah program studi pada tahun 2026. Ia menekankan perlunya peningkatan kinerja dosen dan digitalisasi sistem penilaian prestasi.
“Akreditasi sekarang menilai sistem, bukan sekadar tumpukan data. Maka prestasi dosen harus mulai terekam sejak awal,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Rektor menyampaikan pesan bernuansa reflektif. “Pemimpin bukanlah tukang es krim yang bisa menyenangkan semua orang. Tapi kita harus kerja sama dan kerja cepat. Jangan sampai lambat mencari mahasiswa,” pungkasnya.
Versi cetak
12 Juni 2025

4 Juni 2025

1 Juni 2025

1 Juni 2025

31 Mei 2025