1. KEISLAMAN
Orientasi nilai keislaman yang diterapkan di Ma’had Al-Jami’ah bertujuan membentuk “insân kâmil”, yang tercermin pada pengintegrasian nilai individu dan sosial. Oleh karena itu, orientasi nilai keagamaan di Ma’had Al-Jami’ah harus berlandaskan pada nash Al-Qur’an dan Hadis yang memuat secara global maupun rinci tentang pendidikan dan pengajaran Islam.
Pendidikan dan pengajaran di Ma’had Al-Jami’ah memiliki dua orientasi pokok:
Penanaman nilai tersebut dicapai dengan menerapkan konsep “uswatun hasanah” (suri teladan yang baik) yang dicontohkan langsung oleh seluruh stakeholder di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...”
(QS. Al-Ahzab: 21)
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)
Sabda Rasulullah SAW:
Hisyam bin Amir bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW.
Aisyah menjawab:
“Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an.”
(HR. Muslim)
2. KEILMUAN
Orientasi nilai keilmuan di Ma’had Al-Jami’ah menanamkan bahwa pendidikan adalah sarana ibadah thalabul ‘ilmi, bukan sekadar memperoleh ijazah untuk mencari pekerjaan.Seluruh mahasantri ditanamkan keyakinan bahwa dengan mental skill yang kuat, mereka akan memiliki jiwa kemandirian yang tinggi, sehingga bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, mahasantri memiliki motivasi tinggi untuk mencintai ilmu, karena menuntut ilmu merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”
(QS. Fâthir: 28)
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujâdilah: 11)
“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
Sabda Rasulullah SAW:
“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.”
(HR. Al-Tirmidzi)
3. KEMASYARAKATAN
Orientasi kemasyarakatan berlandaskan dua semboyan:
1️⃣ “Al-Insânu madâniyyun bit-thob’i”
Manusia adalah makhluk sosial yang hidup bersama masyarakat.
2️⃣ “Muslim yang berbaur dengan manusia dan bersabar terhadap mereka lebih baik daripada yang tidak berbaur.”
Berdasarkan semboyan tersebut, Ma’had Al-Jami’ah menjadi laboratorium kehidupan bagi para mahasantri.
Berbagai realitas kehidupan masyarakat dikenalkan sejak dini, sehingga terbentuk jiwa sosial, kemampuan komunikasi, dan interaksi yang baik.
Karena seluruh mahasantri tinggal di asrama selama 24 jam, maka proses transmisi dan transformasi nilai dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Orientasi ini juga diwujudkan melalui latihan berorganisasi dengan prinsip:
Sehingga mereka mampu menjadi pemimpin yang membawa masyarakat menuju kemajuan.
a. Strategi Pendidikan Dan Penganjaran
Strategi pendidikan di Ma’had Al-Jami’ah meliputi:
1️⃣ Kehidupan di Ma’had Al-Jami’ah dengan seluruh kegiatannya menjadi media pendidikan dan pembelajaran.
2️⃣ Pendidikan berbasis komunitas, yaitu segala yang didengar, dilihat, dirasakan, dikerjakan, dan dialami oleh mahasantri serta civitas akademika IAIPI diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan.
b. kurikulum
Ma’had Al-Jami’ah menerapkan sistem kurikulum integral yang memadukan:
Aspek teoritis (in-class)
Aspek praktis (daily life)
Keduanya diorganisir dalam sistem terpadu:
Pelaksanaan kurikulum didukung oleh dua bidang utama:
1️⃣ Dirôsah (Pengajaran)
Menangani kegiatan belajar mengajar (KBM) baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, dengan tujuan menciptakan minat dan miliu belajar bagi mahasantri.
2️⃣ Ri’âyah (Kepengasuhan)
Menangani pembinaan mental, spiritual, sosial, disiplin, dan akhlak, serta membimbing mahasantri dalam pengembangan karakter dan kepribadian.
Karena seluruh mahasantri tinggal di asrama selama 24 jam bersama mudabbir (pengurus) dan diawasi oleh musyrif (pembimbing), maka proses transmisi dan transformasi pendidikan dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dengan demikian, Ma’had Al-Jami’ah tidak hanya mendidik intelektual, tetapi juga mental dan spiritual mahasantri.
c. ISI KURIKULUM
Isi kurikulum Ma’had Al-Jami’ah IAIPI Bandung merupakan kurikulum integrasi ilmu, meliputi:
Tujuannya adalah membekali mahasantri dengan dasar ilmu menuju kesempurnaan menjadi:
Sistem pengelolaan pendidikan dibagi ke dalam dua lembaga utama.
1. Pengajaran (Dirôsah / Tadrîs wa Ta’lîm)
2. Dirâsah ‘Arabiyyah (Materi Bahasa Arab)
1️⃣ Al-Imla
Menguasai kaidah penulisan bahasa Arab.
2️⃣ Hifdzul Mufrodât
Menghafal ribuan kosakata bahasa Arab.
3️⃣ Al-Asâlib
Menguasai ungkapan percakapan sehari-hari.
4️⃣ Al-Muhâdatsah / Al-Hiwâr
Menguasai percakapan dan retorika bahasa Arab.
5️⃣ Al-Ta’bîr wal Insya
Mengekspresikan gagasan dalam tulisan bahasa Arab.
6️⃣ Al-Muthâla’ah
Menguasai keterampilan membaca dan memahami teks Islami.
7️⃣ Al-Nahwu
Menguasai sintaksis dan kaidah bahasa Arab.
8️⃣ Al-Sharfu
Menguasai morfologi perubahan kata dalam bahasa Arab.
9️⃣ Tamrînul Lughah
Meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara bahasa Arab.
🔟 I’robul Jumal
Menguasai analisis struktur kalimat bahasa Arab.

12 Juni 2025

4 Juni 2025

1 Juni 2025

1 Juni 2025

31 Mei 2025